PAPER TOWNS by John Green



“That's always seemed so ridiculous to me, that people want to be around someone because they're pretty. It's like picking your breakfeast cereals based on color instead of taste.”

Saya tidak akan menceritakan apapun, tenang saja. Tapi review yang singkat untuk buku ini adalah bahwa aku tidak terlalu tertantang membacanya. Memang menikmati, tapi tidak tertantang dan inilah yang membuatku hanya memberi 1 bintang saja karena memang mungkin saya sudah melewati fase cinta-cintaan jaman sekolah yang memang luar biasa rasanya. Jadi mungkin tidak terlalu relate lagi dengan ceritanya.

Anyway, ada beberapa hal yang membuatku belajar dari buku ini, salah satunya adalah bagaimana kita tidak semestinya membuat orang lain menjadi diri kita.

"Kau tahu apa masalahmu, Quentin? Kau selalu mengharapkan orang lain tidak menjadi mereka sendiri. Maksudku, aku bisa saja membencimu karena sangat jam karet .... tapi aku tidak peduli, man, soalnya kau adalah kau. ... Hanya berkata: hentikan berpikir Ben harus menjadi kau, dan dia harus berhenti berpikir kau harus menjadi dia, dan kalian pasti akan baik-baik saja"



Hal lainnya adalah melakukan hal-hal di luar kebiasaan itu menyenangkan, seperti menyendiri untuk menemukan diri sendiri seperti yang dilakukan Margo.

Hal lain lagi, apakah kalian pernah berfikir kalau bisa saja Santa Klaus itu orang Afrika? He could be kan?

Selain menikmati, saya juga tidak suka dengan karakter Margo, dia seperti mempermainkan Quentin. Aku beri review di goodreads;
QUENTIN be like "what the hell are you doing! are you playing with me after all those clues? are you testing me just to answer your, maybe long-time-curiosity about my feeling for you?"

Sebatas itu saja reviewnya, dan film nya juga wajib ditonton karena akan lebih lucu dari novelnya. ;) 

The Witch of Portobello. No spoiler.


“You are what you believe yourself to be.” 
― Paulo CoelhoThe Witch of Portobello

Saat pertama kali membaca buku ini, di awal-awal paragraf, aku langsung kecewa karena pemeran utamanya dikatakan sudah meninggal. Sampai di beberapa lembar berikutnya aku pikir aku sia-sia saja membaca cerita orang yang sudah meninggal, hanya seperti membaca koran kriminal.

Tapi kekecewaanku semakin hilang saat sampai pada kesaksian ibunda sang pemeran utamanya. Selain Samira itu nama favoritku (nenek), di bagian ini diceritakan Athena dari masa kecilnya. And that was really touching.

Sampai di halaman 80-an, ternyata nama-nama saksinya berulang muncul, tidak hanya satu kali. Jadi kusimpulkan ada cara yang lebih menarik untuk membaca novel ini. Yaitu dengan membaca satu cerita kesaksian dari satu tokoh sampai selesai, kemudian kembali ke halaman awal untuk membaca kesaksian tokoh yang lainnya. Begitu seterusnya. Bahkan paragraf yang sebelumnya sudah terbaca, aku baca lagi dan semuanya jadi semakin jelas. Seru sekali bukunya, seperti serial Goosebumps yang juga pernah membuat hal serupa, tapi tidak semenarik ini menurutku.

Ada dua persimpangan jalan di dalam hutan, dan Aku - Aku memilih yang jarang dilewati, dan hal ini membuat semua perbedaan itu terjadi.


Jika kalian sedang membaca novel The Witch of Portobello karya Paulo Coelho dan mau membaca dengan caraku, ini dia halaman-halaman tiap tokoh dengan kesaksiannya. Halaman ini sesuai untuk novel yang berbahasa Indonesia.

HERON RYAN, JURNALIS
hal. 12, 108, 127, 157, 178, 191, 212, 233, 259, 276, 286.

ANDREA McCAIN, AKTRIS
hal. 18, 164, 185, 205, 224

DEIDRE O'NEIL (EDDA), DOKTER
hal. 21, 113, 150, 173, 200, 220, 242, 264

LELLA ZAINAB, NUMEROLOGIS
hal. 24

SAMIRA R. KHALIL, IBUNDA ATHENA
hal. 26, 103, 146, 271

LUKAS JESSEN-PETTERSEN, MANTAN SUAMI
hal. 35, 48

PASTOR GIANCARLO FONTANA
hal. 42, 55

PAVEL PODBIELSKI, PEMILIK APARTMEN
hal. 62

PETER SHERNEY, MANAGER BANK CABANG
hal. 74

NABIL ALAIHI, GURU KALIGRAFI, SUKU BADUI
hal. 90

VOSHO "BUSHALO", PEMILIK RESTORAN
hal. 121

LILIANA, PENJAHIT
hal. 130

ANTONE LOCADOUR, SEJARAHWAN
hal. 161, 194, 282


Bisa saja kalian membaca kisah Athena hanya dari satu sumber saksi, tapi pasti akan banyak pertanyaan tidak terjawab, atau beberapa hal pasti tidak akan nyambung. Jadi untuk tahu jawaban pastinya, kalian harus membaca semuanya.



Dan yang membuat aku tersenyum sangat amat lebar dan seperti menemukan harta karun, akhirnya aku sadar siapa yang menulis keseluruhan kisah ini, maksudku, di cerita itu, yang menggunakan kata "aku" dan narasinya dicetak dengan tulisan cetak miring. Tapi ini rahasia, temukan sendiri ya.


Lagu "Fix You" oleh Coldplay - Seperti Garam yang Ditaburkan pada Luka

Petunjuk: Play lagunya sebelum baca

Saat lirik pertama..

When you try your best, but you don't succeed....  relatable, tepat, pernah mengalaminya...
(saat kau sudah mencoba yang terbaik tapi gagal)

Lirik selanjutnya..

When you get what you want, but not what you need... menyedihkan
(saat kau memiliki apa yang kau inginkan tetapi bukan yang kau perlukan)

When you feel so tired, but you can't sleep... ABSOLUTELY ME RN!
(saat kau merasa sangat lelah tapi tidak bisa memejamkan mata)

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you......... (di bait-bait terakhir tanpa musik dan dinyanyikan bersama) Sudah terisak-isak T_T
(cahaya akan menuntunmu pulang, dan membakar tulangmu, dan Aku akan mencoba memperbaikimu... )




"Fix You"

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face and I
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face and I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you




Mary Poppins

Review buku Mary Poppins


"Don't you know that everybody's got a Fairyland of their own?" 
— P.L. Travers (Mary Poppins (Mary Poppins, #1))


Buku pertama memperkenalkan keluarga Banks dari rumah nomor 17 di Cherry Tree Lane, London. Keluarga ini terdiri dari Bapak dan Ibu Banks, anak-anaknya Jane dan Michael dan dua bayi kembar John dan Barbara. Saat sang pengasuh mereka, Katie Nana, sedang kesal, Mary Poppins tiba-tiba terhempas oleh angin kencang dan tiba di rumah mereka lengkap dengan tas karpet ajaibnya. Dia menerima pekerjaan di rumah itu sebagai pengasuh/nanny.
Tas karpet ajaib milik Mary Poppins


Walaupun Mary Poppin adalah seorang pengasuh yang keras, anak-anak menyukainya karena dia memiliki hal yang luar biasa yang membuatnya istimewa. Jane dan Michael dibuat kagum dengan pengalaman mereka saat minum teh bersama di langit-langit dengan Mr. Wigg, berkeliling dunia dengan menggunakan kompas, beli bintang kue jahe dari Ibu Corry yang tua, pertemuan dengan Wanita Burung, pesta ulang tahun di kebun binatang bersama hewan-hewan, dan belanja kebutuhan Natal bersama bintang bernama Maia.




Ceritanya penuh dengan keajaiban dan keceriaan seperti Alice in Wonderland. Namun, saya pribadi hanya memberi bintang 1 untuk buku ini, saya masih terpengaruh cerita Sherlock Holmes yang berat jadi membaca buku anak-anak ini jadinya tidak semangat. Tapi mungkin kapan-kapan saya akan mengulangi membacanya lagi. :)



Harry Potter and The Chamber of Secrets

Belajar Vocabs Kontekstual adalah belajar memahami kosa kata berdasarkan konteks/ berdasarkan maksud cerita di dalamnya.


Harry Potter and The Chamber of Secrets
Harry Potter dan Ruang Rahasia
"When in doubt, go to the library." 
— J.K. Rowling (Harry Potter and the Chamber of Secrets (Harry Potter, #2))

Harry Potter spends the summer without receiving letters from his Hogwarts friends. In his room, Harry meets Dobby, a house-elf who warns him bad things will happen if he returns to Hogwarts, and reveals he intercepted his friends' letters. Harry chases him downstairs, where Dobby destroys a cake. The Dursleys lock Harry up, but Ron, Fred and George Weasley rescue him in their father's flying Ford Anglia.
intercepted: menghalangi

While buying school supplies, Harry and the Weasley family encounter Rubeus Hagrid and Hermione Granger, and they attend a book-signing by celebrity wizard Gilderoy Lockhart, who announces he will be the new Defence Against the Dark Arts teacher. Harry also encounters Draco Malfoy and his father Lucius, who slips a book in Ginny Weasley's belongings. When Harry and Ron are blocked from entering Platform Nine and Three-Quarters, they fly to Hogwarts in the Ford Anglia and crash into the hostile Whomping Willow. Ron's wand is damaged, and the car throws them out before driving off. They are allowed back into school but face detention.
encounter: bertemu
detention: penolakan

While serving detention with Lockhart, Harry hears strange voices and later finds caretaker Argus Filch's cat, Mrs. Norris, petrified, and a message written in blood announcing the Chamber of Secrets has been opened and threatening "Enemies of the Heir, beware". Professor McGonagall explains that one of Hogwarts' founders, Salazar Slytherin, supposedly constructed a secret Chamber and placed inside it a monster that only his Heir can control, to purge the school of impure-blooded wizards and witches. More attacks occur over the course of the year. Harry and Ron suspect Malfoy is the Heir, so Hermione suggests they question him while disguised using polyjuice potion. Their makeshift laboratory is in an abandoned bathroom haunted by a ghost, Moaning Myrtle.
petrified: ketakutan
Heir: pewaris
purge: menyingkirkan
impure-blooded: jahat
makeshift: sementara

When Harry communicates with a snake (something Salazar Slytherin could do) some believe he is the Heir. At Christmas, Harry and Ron learn that Malfoy is not the Heir, but he mentions that a girl died when the Chamber was last opened fifty years ago. Harry finds an enchanted diary, owned by a former student named Tom Riddle, which shows him a flashback to fifty years before, where Riddle accused Hagrid, then a student, of opening the Chamber. When the diary disappears and Hermione is petrified, Harry and Ron question Hagrid. Professor Dumbledore, Cornelius Fudge, and Lucius Malfoy come to take Hagrid to Azkaban, but he discreetly tells the boys to "follow the spiders". Lucius has Dumbledore suspended. In the Forbidden Forest, Harry and Ron find Aragog, who reveals Hagrid's innocence and that the dead girl was found in a bathroom. Aragog then sets his colony of Acromantula on the boys, but the now-wild Ford Anglia saves them.
enchanted: yang mempesona
accused: dituduh
then: yang dulunya
discreetly: diam-diam

A book page in Hermione's hand reveals the monster is a basilisk, a giant serpent that can instantly kill those who make direct eye contact with it; the petrified victims saw it indirectly. The school staff learn that Ginny was taken into the Chamber, and convince Lockhart to save her. Harry and Ron find Lockhart, revealed as a fraud, planning to flee; knowing Myrtle was the girl the Basilisk killed, they drag him to her bathroom and find the Chamber's entrance. Once inside, Lockhart uses Ron's damaged wand against them, but it backfires, wiping his memory, and causes a cave-in.
serpent: ular
flee: melarikan diri
cave-in: keruntuhan

Harry enters the Chamber alone and finds Ginny unconscious and dying guarded by Tom Riddle. Harry realizes Riddle is the Heir and he used the diary to manipulate Ginny and reopen the Chamber. Riddle then reveals his full name, Tom Marvolo Riddle, from which he created the anagram for his future new identity, "I am Lord Voldemort". After Harry expresses support for Dumbledore, Dumbledore's Fawkes flies in with the Sorting Hat, and Riddle summons the Basilisk. Fawkes blinds the Basilisk, and the Sorting Hat eventually produces a sword with which Harry battles and slays the Basilisk, but he is poisoned by its fangs.
unconscious: pingsan/ tidak sadarkan diri
dying: sekarat/hampir mati
summons: memanggil


Harry defeats Riddle and revives Ginny by stabbing the diary with a basilisk fang. Fawkes' tears heal him, and he returns to Hogwarts with his friends and a baffled professor Lockhart. Dumbledore, reinstated as headmaster, praises them and orders for Hagrid's release. Dumbledore shows Harry that the sword he wielded was Godric Gryffindor's own sword, and says he is different from Voldemort because he chose Gryffindor House instead of Slytherin House. Harry accuses Lucius, Dobby's master, of putting the diary in Ginny's cauldron and tricks him into freeing Dobby. The Basilisk's victims are healed, and Hagrid returns to school.
defeats: melawan
revives: menghidupkan/membangunkan kembali
baffled: bingung
reinstated: menjabat kembali
cauldron: Panci ramuan


the truest competition is within yourself